Rabu, 03 Juli 2013

Program bimbingan dan konseling



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pengertian Program Bimbingan dan Konseling
Program bimbingan dan konseling merupakan suatu rangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode tertentu. (Winkel, 2006 : 91). Sedangkan menurut (Purwoko, 2008 : 18) Program bimbingan dan konseling disekolah ialad sejumlah kegiatan bimbingan dan konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.
Dengan kata lain Program bimbingan dan konseling adalah kegiatan layanan dan kegiatan  pendukung yang akan dilaksanakan pada periode tertentu.

B.     Program layanan Bimbingan dan Konseling, mencakup:
1)      Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dngena kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga.
2)      Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi.
3)      Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian secara teratur dan terarah.
Dilihat dari dimensi fleksibilitas, program bimbingan dan konseling hendaknya dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata dilapangan. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa kegiatan bimbingan dilakukan semaunya atau tidak terencana. Jika ini yang terjadi, maka posisi bimbingan hanya sebatas pelengkap yang keberartiannya tergantung situasi dan orang-orang memahami bukan sebagai sebuah system.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pelaksanaan Program Bimbingan Konseling
Pelaksanaan program merupakan implementasi program sesuai metode, waktu, personil, sasaran dan sara yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan program yang telah ditentukan. Pelaksanaan ini juga didahului pengorganisasian seluruh komponen yang diperlukan dalam implementasi program. Untuk hal ini perlu ditata, disiapkan, dan disenergikan komponen-komponen implementasi program.
Mengorganisasikan personil, fasilitas, sarana-prasarana, metode, waktu perlu dilakukan sehingga seluruh aspek itu siap digerakkan menuju pelaksanaan program secara efektif dan efisien. Kesiapan seluruh komponen tersebut merupakan syarat kelancaran implementasi masing-masing layanan maupun kegiatan pendukung bimbingan konseling yang diprogramkan. Dengan demikian hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah :
1)      Mengkoordinasikan sumber-sumber yang diperlukan, meliputi personel, sarana-prasarana, dan waktu
2)      Menyusun instrument pengukuran keberhasilan program
3)      Melaksanakan program sesuai rencana program yang telah ditetapkan. (Purwoko, 2008 : 36)
Pelaksanaan program satuan kegiatan yaitu kegiatan layanan dan kegiatan pendukung merupakan ujung tombak kegiatan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Tahap-tahap yang perlu di tempuh adalah :
a.       Tahap perencanaan, program satuan layanan dan kegiatan pendukung direncanakan secara tertulis dengan memuat sasaran, tujuan, materi, metode, waktu, tempat dan rencana penilaian.
b.      Tahap pelaksanaan, program tertulis satuan kegiatan (layanan atau pendukung) dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya.
c.       Tahap penilaian, hasil kegiatan diukur dengan nilai.
d.      Tahap analisis hasil, hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui aspekaspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
e.       Tahap tindak lanjut, hasil kegiatan ditindaklanjuti berdasarkan hasil analisis yang dilakukan sebelumnya, melalui layanan dan atau kegiatan pendukung yang relevan.

B.     Tujuan Program Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya
Tujuan Secara khusus bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah:
ü  Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
ü  Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
ü  Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
Tujuan Secara Umum bimbingan dan konseling yang terkait
ü  Menyelenggarakan pendidikan secara professional untuk menghasilkan kelulusan yang berkepribadian unggul, berwawasan kebangsaan dan cerdas komperhensif sesuai kebutuhan global.
ü  Meningkatkan kopetensi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap siswa.
ü  Menyelengarakan kegiatan ekstra kurikuler dalam upaya pengembangan diri berbasis multiple intelegensi (kecerdasan majemuk)

C.     Komponen Program Bimbingan Dan Koneling
Program bimbingan dan konseling mengandung empat komponen pelayanan, yaitu
1.   Pelayanan Dasar Bimbingan
2.   Pelayanan Responsif
3.   Perencanaan Individual
4.   Dukungan Sistem

a.      Peran Kepala Sekolah
ü Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.
ü Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.
ü Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.


b.      Peran Guru Mata Pelajaran
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.
ü Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
ü Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
ü Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor.
c.       Peran Wali Kelas
Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, Wali Kelas berperan :
a.    Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
b.    Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
d.      Media Dan Instrumentasi
Media dan instrumentasi yang diperlukan :
a.       Angket
b.      Biodata siswa
c.       Buku pribadi
d.      Buku saku siswa
e.       Format informasi
f.       Format pedoman wawancara
e.       Laporan dan Evaluasi Program BK
1.      Laporan
ü  Laporan bulanan
Kepala sekolah dan koordinator BK mengetahui dalam kurun waktu 1 bulan
ü  Laporan semester
Kepala sekolah dan koordinator BK mengetahui dalam kurun waktu 1 semester dalam satu tahun.
ü  Laporan tahunan
Kepala sekolah dan koordinator BK mengetahui dalam kurun waktu setahun.
2.    Evaluasi
Evaluasi program untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan program yang di susun oeh team bimbingan dan konseling.
Dengan demikian program bimbingan dan konseling adalah seperangkat kegiatan bimbingan konseling yang saling terkait satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bimbingan konseling yang telah ditentukan.
1.      Tujuan Penyusunan Program
Tujuan penyusunan program tidak lain agar kegiatan BK disekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif, dan efisien, serta hasil-hasilnya dapat dinilai.
2.      Manfaat Penyusunan Program
Prayitno (2000) mengemukakan beberapa keuntungan disusunnya suatu program, yaitu :
1.      Memungkinkan Guru Pembimbing untuk menghemat waktu, usaha, biaya, dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, daan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan.
2.      Siswa asuh akan menerima pelayanan bimbingan dan konseling secara seimbang dan menyeluruh, baik dalam hal kesempatan, bidang bimbingan dan jenis-jenis layanan bimbingan yang diperlukan.
3.      Setiap Guru Pembimbing mengetahui peranannya masing-masing dan mengetahui puyla bilamana dan dimana harus bertindak, dalam pada itu Guru Pembimbing akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa asuhnya.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa Program bimbingan dan konseling merupakan suatu rangkaian kegiatan bimbingan dan konseling yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode tertentu. (Winkel, 2006 : 91). Sedangkan menurut (Purwoko, 2008 : 18) Program bimbingan dan konseling disekolah ialad sejumlah kegiatan bimbingan dan konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.
Pelaksanaan program merupakan implementasi program sesuai metode, waktu, personil, sasaran dan sara yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan program yang telah ditentukan. Pelaksanaan ini juga didahului pengorganisasian seluruh komponen yang diperlukan dalam implementasi program. Untuk hal ini perlu ditata, disiapkan, dan disenergikan komponen-komponen implementasi program.
Pelaksanaan program satuan kegiatan yaitu kegiatan layanan dan kegiatan pendukung merupakan ujung tombak kegiatan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Tahap-tahap yang perlu di tempuh adalah :
1.      Tahap perencanaan,
2.      Tahap pelaksanaan
3.      Tahap penilaian
4.      Tahap analisis hasil
5.      Tahap tindak lanjut



DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Konselor Dan Layanan Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung: Penerbit UPI.
Gunawan, Y. (2001). Pengantar Bimbingan Dan Konseling; Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta: PT. Prehallindo
Kartadinata, S. (2003). Bimbingan Dan Konseling Perkembangan; Pendekatan AlternatifBagi Perbaikan Mutu Dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan Dan Konseling.Sekolah. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Vol. VI/11 Mei 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar