BAB I
PENDAHULUAN
A.
Pengertian
Program Bimbingan dan Konseling
Program
bimbingan dan konseling merupakan suatu rangkaian kegiatan bimbingan dan
konseling yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode
tertentu. (Winkel, 2006 : 91). Sedangkan menurut (Purwoko, 2008 : 18) Program
bimbingan dan konseling disekolah ialad sejumlah kegiatan bimbingan dan
konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan dilaksanakan dalam jangka waktu
tertentu.
Dengan
kata lain Program bimbingan dan konseling adalah kegiatan layanan dan
kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan pada periode tertentu.
B. Program layanan Bimbingan dan
Konseling, mencakup:
1)
Program
bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dngena kebutuhan individu,
masyarakat dan kondisi lembaga.
2)
Program
bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan
yang terendah sampai yang tertinggi.
3)
Terhadap
isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian
secara teratur dan terarah.
Dilihat
dari dimensi fleksibilitas, program bimbingan dan konseling hendaknya dilaksanakan
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata dilapangan. Akan tetapi hal ini tidak
berarti bahwa kegiatan bimbingan dilakukan semaunya atau tidak terencana. Jika
ini yang terjadi, maka posisi bimbingan hanya sebatas pelengkap yang
keberartiannya tergantung situasi dan orang-orang memahami bukan sebagai sebuah
system.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Program Bimbingan
Konseling
Pelaksanaan program merupakan implementasi program sesuai
metode, waktu, personil, sasaran dan sara yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan
program yang telah ditentukan. Pelaksanaan ini juga didahului pengorganisasian
seluruh komponen yang diperlukan dalam implementasi program. Untuk hal ini
perlu ditata, disiapkan, dan disenergikan komponen-komponen implementasi
program.
Mengorganisasikan personil, fasilitas, sarana-prasarana,
metode, waktu perlu dilakukan sehingga seluruh aspek itu siap digerakkan menuju
pelaksanaan program secara efektif dan efisien. Kesiapan seluruh komponen
tersebut merupakan syarat kelancaran implementasi masing-masing layanan maupun
kegiatan pendukung bimbingan konseling yang diprogramkan. Dengan demikian
hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah :
1) Mengkoordinasikan sumber-sumber yang
diperlukan, meliputi personel, sarana-prasarana, dan waktu
2) Menyusun instrument pengukuran
keberhasilan program
3) Melaksanakan program sesuai rencana
program yang telah ditetapkan. (Purwoko, 2008 : 36)
Pelaksanaan program satuan kegiatan yaitu kegiatan layanan
dan kegiatan pendukung merupakan ujung tombak kegiatan bimbingan dan konseling
secara keseluruhan. Tahap-tahap yang perlu di tempuh adalah :
a. Tahap perencanaan, program satuan
layanan dan kegiatan pendukung direncanakan secara tertulis dengan memuat
sasaran, tujuan, materi, metode, waktu, tempat dan rencana penilaian.
b. Tahap pelaksanaan, program tertulis
satuan kegiatan (layanan atau pendukung) dilaksanakan sesuai dengan
perencanaannya.
c. Tahap penilaian, hasil kegiatan
diukur dengan nilai.
d. Tahap analisis hasil, hasil
penilaian dianalisis untuk mengetahui aspekaspek yang perlu mendapat perhatian
lebih lanjut.
e. Tahap tindak lanjut, hasil kegiatan
ditindaklanjuti berdasarkan hasil analisis yang dilakukan sebelumnya, melalui
layanan dan atau kegiatan pendukung yang relevan.
B.
Tujuan Program Bimbingan dan
Konseling
Bimbingan dan konseling bertujuan
untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya
Tujuan Secara khusus bimbingan dan konseling
yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah:
ü Memiliki komitmen yang kuat dalam
mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik
dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah,
tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
ü Memiliki kesadaran tentang potensi
diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul
dalam proses belajar yang dialaminya.
ü Memiliki sikap dan kebiasaan belajar
yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai
perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar
yang diprogramkan.
Tujuan Secara Umum bimbingan dan konseling yang terkait
ü Menyelenggarakan
pendidikan secara professional untuk menghasilkan kelulusan yang berkepribadian
unggul, berwawasan kebangsaan dan cerdas komperhensif sesuai kebutuhan global.
ü Meningkatkan
kopetensi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai upaya peningkatan kualitas
pelayanan terhadap siswa.
ü Menyelengarakan
kegiatan ekstra kurikuler dalam upaya pengembangan diri berbasis multiple
intelegensi (kecerdasan majemuk)
C.
Komponen Program Bimbingan Dan
Koneling
Program
bimbingan dan konseling mengandung empat komponen pelayanan, yaitu
1. Pelayanan
Dasar Bimbingan
2. Pelayanan
Responsif
3. Perencanaan
Individual
4. Dukungan
Sistem
a.
Peran Kepala Sekolah
ü Mengkoordinir segenap kegiatan yang
diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran,
latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu,
harmonis, dan dinamis.
ü Menyediakan prasarana, tenaga, dan
berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang
efektif dan efisien.
ü Melakukan pengawasan dan pembinaan
terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut
pelayanan bimbingan dan konseling.
b.
Peran Guru Mata Pelajaran
Di
sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan
pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas
dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.
ü Membantu memasyarakatkan pelayanan
bimbingan dan konseling kepada siswa.
ü Membantu guru pembimbing/konselor
mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling,
serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
ü Mengalihtangankan siswa yang
memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing/konselor.
c.
Peran Wali Kelas
Sebagai
pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, Wali Kelas
berperan :
a. Membantu guru pembimbing/konselor
melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
b. Membantu Guru Mata Pelajaran
melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling, khususnya di
kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
d.
Media
Dan Instrumentasi
Media dan instrumentasi yang diperlukan
:
a. Angket
b. Biodata
siswa
c. Buku
pribadi
d. Buku
saku siswa
e. Format
informasi
f. Format
pedoman wawancara
e.
Laporan
dan Evaluasi Program BK
1. Laporan
ü Laporan
bulanan
Kepala sekolah dan koordinator BK
mengetahui dalam kurun waktu 1 bulan
ü Laporan
semester
Kepala sekolah dan koordinator BK
mengetahui dalam kurun waktu 1 semester dalam satu tahun.
ü Laporan
tahunan
Kepala sekolah dan koordinator BK
mengetahui dalam kurun waktu setahun.
2. Evaluasi
Evaluasi program untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan program yang di susun oeh team bimbingan dan konseling.
Dengan demikian program bimbingan dan konseling adalah
seperangkat kegiatan bimbingan konseling yang saling terkait satu dengan yang
lain untuk mencapai tujuan bimbingan konseling yang telah ditentukan.
1. Tujuan
Penyusunan Program
Tujuan penyusunan program tidak lain agar kegiatan BK
disekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif, dan efisien, serta
hasil-hasilnya dapat dinilai.
2. Manfaat
Penyusunan Program
Prayitno (2000) mengemukakan beberapa keuntungan disusunnya
suatu program, yaitu :
1. Memungkinkan
Guru Pembimbing untuk menghemat waktu, usaha, biaya, dengan menghindarkan
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, daan usaha coba-coba yang tidak
menguntungkan.
2. Siswa
asuh akan menerima pelayanan bimbingan dan konseling secara seimbang dan
menyeluruh, baik dalam hal kesempatan, bidang bimbingan dan jenis-jenis layanan
bimbingan yang diperlukan.
3. Setiap
Guru Pembimbing mengetahui peranannya masing-masing dan mengetahui puyla
bilamana dan dimana harus bertindak, dalam pada itu Guru Pembimbing akan
menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk
kepentingan siswa-siswa asuhnya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa Program bimbingan dan konseling merupakan suatu rangkaian
kegiatan bimbingan dan konseling yang terencana, terorganisasi, dan
terkoordinasi selama periode tertentu. (Winkel, 2006 : 91). Sedangkan menurut
(Purwoko, 2008 : 18) Program bimbingan dan konseling disekolah ialad sejumlah
kegiatan bimbingan dan konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan
dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.
Pelaksanaan program merupakan implementasi program sesuai
metode, waktu, personil, sasaran dan sara yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan
program yang telah ditentukan. Pelaksanaan ini juga didahului pengorganisasian
seluruh komponen yang diperlukan dalam implementasi program. Untuk hal ini
perlu ditata, disiapkan, dan disenergikan komponen-komponen implementasi
program.
Pelaksanaan program satuan kegiatan yaitu kegiatan layanan
dan kegiatan pendukung merupakan ujung tombak kegiatan bimbingan dan konseling
secara keseluruhan. Tahap-tahap yang perlu di tempuh adalah :
1. Tahap perencanaan,
2. Tahap pelaksanaan
3. Tahap penilaian
4. Tahap analisis hasil
5. Tahap tindak lanjut
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Penataan Pendidikan
Profesional Konselor Dan Layanan
Bimbingan Dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung: Penerbit UPI.
Gunawan, Y. (2001). Pengantar Bimbingan Dan Konseling; Buku
Panduan Mahasiswa.
Jakarta: PT. Prehallindo
Kartadinata, S. (2003). Bimbingan Dan Konseling Perkembangan;
Pendekatan AlternatifBagi Perbaikan Mutu Dan Sistem Manajemen Layanan Bimbingan
Dan Konseling.Sekolah. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Vol. VI/11 Mei
2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar