BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pengembangan diri merupakan kegiatan
pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integrasl dari kurikulum
sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak
dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan
konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan
belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Tujuan Bimbingan dan
Konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli dirumuskan sebagai
berikut:
1) Memiliki
komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada
Tuhan YME
2) Memiliki
sikap toleransi terhadap umat beragama lain
3) Memiliki
pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif
4) Memiliki
pemahaman dan penerimaan diri secara obektif
5) Memiliki
sikap positif
6) Memiliki
kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
7) Bersikap
respek terhadap orang lain
8) Memiliki
rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen
9) Memiliki
kemampuan berinteraksi social
10) Memiliki
kemampuan menyelesaikan konfli
11) Memiliki
kemampuan mengambil keputusan secara efektif
Bimbingan
dan Konseling secara umum (dalam pola 17) memecah bidang layanan bimbingan dan
konseling Pribadi dengan Bimbingan dan Konseling Sosial. Dalam perspektif
Bimbingan dan Konseling, masalah sosial dibedakan dengan masalah pribadi
melalui pemisahan layanan ini. Akan tetapi dalam perspektif psikologi masalah
pribadi dan masalah sosial pada dasarnya sama, tidak terpisahkan dan sulit
dibedakan. Sebagai mahasiswa calon konselor kita harus lebih memahami perbedaan
diantara keduanya di dalam layanan Bimbingan dan Konseling serta membedakannya
dari sekedar menyangkut permasalahan-permasalahan berkenaan pribadi dan sosial
(pemahaman sempit). Apabila ditinjau dari sudut padang masalahnya, seperti halnya
akan dibahas dibawah ini.
B.
Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah Pengembangan Komitmen
Hidup Beragama
b. Sepertiapakah Pengembangan Sifat dan
Kemampuan Diri
c.
Bagaimanakah
Pengembangan Minat dan Bakat
d. Bagaimanakah Kemampuan Mengatasi Masalah-Masalah Pribadi
C.
Tujuan Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis
bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan materi tentang pengembangan
komitmen hidup beragama, sifat dan kemampuan diri, pengembangan minat dan bakat serta kemampuan
mengatasi masalah-masalah pribadi.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGEMBANGAN BK
PRIBADI
A.
Pengembangan Komitmen Hidup Beragama
Pada dasarnya setiap anak manusia
yang dilahirkan sudah memiliki potensi untuk beragama, seperti telah
dikemukakan pada awal pembahasan. Namun bentuk kayakinan yang dianut anak
sepenuhnya tergantung dari bimbingan, pemeliharaan dan pengaruh kedua orang tua
dalam lingkungan keluarga. Kita tidak dapat mengatakan seorang anak yang baru
lahir bermoral atau tidak. Karena moral itu tumbuh dan berkembang dari
pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh anak sejak lahir. Pertumbuhan baru
dapat dikatakan mencapai kematangannya pada usia remaja, ketika kecerdasannya
tumbuh. Dalam pembinaan moral, agama memiliki peranan penting, karena nilai-nilai
moral yang datang dari agama, tetap tidak berubah-ubah oleh waktu dan tempat. Menurut
beberapa para ahli anak dilahirkan bukanlah sebagai makhluk yang religius. Anak
yang baru dilahirkan lebih mirip binatang dan malahan mereka mengatakan anak
seekor kera lebih bersifat kemanusiaan dari pada bayi manusia itu sendiri.
Selain itu ada pula yang berpendapat sebaliknya bahwa anak sejak dilahirkan
telah membawa fitrah kegamaan. Fitrah itu baru berfungsi dikemudian hari
melalui proses bimbingan dan latihan setelah berada pada tahap kematangan.
Ada beberapa langkah yang dapat
ditempuh para mukmin dalam meningkatkan komitmen beragama :
1. Gali dan kokohkan IMPIAN dalam
beragama. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Mukmin dalam hidup beragama,
harus menjadi kesadaran yan mendalam sebagai sesuatu yang benar-benar harus
dicapai dalam perjalanan hidupnya. Impiaan beragama yang paling tinggi dan
mulya adalah mencapai Ridla Nya “ILAHY ANTA MAQSUDY WA RIDLAKA MATHLUBY”.
Impian merupakan sumber kekuatan yang dapat mengarahkan gerak hidup seseorang
untuk focus dan konsisten dalam menjalankan aktifitasnya guna meraih yang
diimpikan.
2. Mantapkan dan kuatkan keyakinan,
bahwa Islam yang dianut dalam beragama merupakan Agama – konsep Ilhiyah – yang
menjadi satu-satunya instrumen dalam meraih impian. Keyakinan seorang beragama
terhadap agamanya, bahwa impian dalam hidupnya akan diraih melalui pengamalan
ajaran agamanya, akan menjadi kekuatan daya dorong yang amat dahsyat dalam
membangkitkan semangat untuk menjalankan ajaran agama.
3. Kembangkan sikap positif
terhadap islam. Sikap positif terhadap Islam, mendidik para mukmin untuk
senantiasa bersedia menerima terhadap segala ketentuan ajaran-ajarannya, bahkan
dengan sikap positif itu seoran mukmin akan mengembangkan ajaran islam dalam kehidupan
yang lebih luas. Sikap positif akan menggerakkan para mukmin untuk lebih
memahami Islam secara mendalam.
4. Tingkatkan pengetahuan tentang
Islam, sehingga dalam pengamalan ajaran Islam benar-benar sesuai dengan
yang diajarkan oleh Allah Swt.
5. Bangun jaringan dan komunitas
masyarakat mukmin shadiqin. Lingkungan yang kondusif tidak ditunggu
melainkan diciptakan melalui gerakan bersama para mukmin.
6. Gali dan kembangkan energi sosial
melalui gesekan positif antar mukmin dalam melakukan kontak kemanusiaan yan
diwujudkan dalam bentuk saling memberi nasehat, saling tolong menolong dalam
kebaikan dan amar makruf nahi munkar.
7. Berdoalah pada Allah Swt untuk
senantiasa memperoleh hidayah Nya, memiliki kekuatan dalam menjalankan amanat
Nya.
B.
Pengembangan Sifat dan Kemampuan Diri
Manusia atau sering juga disebut
individu mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan ciptaan Tuhan yang lain,
hal yang kita semua tahu adalah akal budi yang kita miliki, sebagai
makhluk pribadi yang mempunyai akal budi yang tinggi serta keunikan atau
kekhasan yang kita miliki, sebetulnya kita juga sangat tergantung pada manusia
atau individu yang lain, karena kita tahu sebagai makhluk pribadi sekaligus
sebagai makhluk sosial.
Untuk itu agar didalam hidup
bermasyarakat kita dapat membawa dan menempatkan diri serta dapat menyesuaikan
diri dengan baik, kita perlu memahami diri kita sendiri sebelum kita dipahami
dan memahami orang lain. Ada beberapa hal yang harus kita pahami atau ketahui
dalam diri kita, antara lain :
1. Sifat-sifat diri, karakter,
watak atau kepribadian
2. Bakat/ potensi/ kemampuan
diri baik umum maupun khusus
3. Minat/ inters terhadap
cita-cita masa depan
4. Sikap terhadap karir
Selain
itu masih banyak hal lain yang bisa memberikan gambaran siapa sebetulnya diri
kita ini, misalnya :
1. Apa kelebihan dan kemewahan yang
kita miliki
2. Apa yang kita senangi dan tidak
disenangi
3. Apa yang menjadi kebutuhan pokok
kita
4. Bagaimana harapan-harapan dimasa
depan
5. Apa yang paling penting dalam hidup
6. Cara hidup apa atau macam hidup yang
bagaimana yang kita inginkan.
C. Pengembangan Minat dan Bakat
Masa remaja merupakan masa peralihan
dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik
dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan
sosialnya. Masa ini berlangsung dari usia sekitar 12/ 13 tahun sampai 18-20
tahun yaitu usia sekolah menengah. Karena masa peralihan maka remaja pada
umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Remaja
sedang mencari ”siapakah saya, apa peran saya?” Dalam usaha menemukan jati diri
yakni mengetahui mengenai kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin
dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan minat dan bakat remaja menjadi isue
yang penting. Dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan
bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.
Setiap anak memiliki kelebihan dan
talenta yang sebagian sudah bisa tampak atau ditenggarai pada usia dini. Namun
tidak jarang pula masih ada kemampuan dan bakat lain yang baru muncul di usia
remaja atau bahkan pada periode perkembangan lebih lanjut. Usia remaja
merupakan periode perkembangan dengan keinginan tahu yang tinggi, khususnya
untuk berbagai area yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Hal-hal apa dan
dengan siapa remaja bergaul, aktivitas yang ada dalam lingkup kesibukannya
sehari-hari bisa menjadi awal untuk menelusuri dan mengembangkan berbagai minat
yang mungkin pada usia lebih muda belum nampak atau belum menjadi fokus
perhatiannya. Rasa ingin tahu remaja seringkali diikuti dengan kebutuhan untuk
mencoba atau melakukannya. Oleh karenanya dengan bimbingan yang terarah, masa
remaja bisa menjadi masa yang menguntungkan untuk anak mengembangkan bakat dan
kemampuan tertentu.
Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua, guru dan
lingkungan dekat anak untuk mengembangkan minat dan bakat adalah :
1. Sejak usia dini cermati berbagai
kelebihan, keterampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
2. Bantu anak meyakini dan fokus pada
kelebihan dirinya
3. Kembangkan konsep diri positif pada
anak.
4. Perkaya anak dengan berbagai
wawasan, pengetahuan serta pengalaman di berbagai bidang.
5. Usahakan berbagai cara untuk
meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang keunggulannya serta
bidang-bidang lain yang berkaitan.
6. Tingkatkan motivasi anak untuk
mengembangkan dan melatih kemampuannya.
7. Stimulasi anak untuk meluaskan
kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
8. Berikan penghargaan dan pujian untuk
setiap usaha yang dilakukan anak
9. Sediakan dan fasilitasi sarana bagi pengembangan
bakat.
10. Dukung anak untuk mengatasi berbagai
kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
11. Jalin hubungan baik serta akrab
antara orang tua / guru dengan anak & remaja.
Dengan mengembangkan minat dan bakat serta memberikan
bimbingan karir sejak dini, remaja akan semakin menyadari mengenai apa yang ia
suka dan mampu lakukan, dan akan menjadi lebih jelas pendidikan atau pekerjaan
apa yang mungkin akan ditekuninya disertai dengan pemahaman tentang kekuatan
dan kelemahannya, sehingga ia bisa menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan
diri untuk menggapai impiannya.
D. Kemampuan Mengatasi Masalah-Masalah Pribadi
Dalam keadaan hidup
berhari-hari,kita mungkin atau bahkan sering mendapati suasana yang membosankan
dan menjemukan. Pada mulanya,kita pasti menganggap
itu hanya perasaan yang sepintas saja,tahukah kamu jika frustasi dapat
mengakibatkan hal yang FATAL? Simak penjelasan berikut : Akhir-akhir ini hampir
setiap orang mengeluhkan keadaan ekonomi seperti, pasaran sepi, usaha macet,
sulit mencari pekerjaan, dan bila kita masih bersabar mendengarnya, akan lebih banyak lagi yang akan kita dengar. Tetapi ada
sesuatu yang harus kita lakukan agar terhindar dari frustasi bila kita berada
ditengah situasi ini. Ada cara yang
dapat dilakukan agar kita tidak selalu melihat sesuatu pada satu sisi saja. Berikut
beberapa tips mengatasi stress,
frustasi dan konflik diri :
1. Sikap optimis merupakan pilihan,
bukan bawaan dari lahir. Katakan pada diri sendiri bahwa kita mempunyai
kebebasan untuk memandang setiap situasi negatif dan mengambil sikap negatif
atau positif. Bila kita katakan pada diri sendiri. Jangan Cemas! Maka hati kita
akan lebih tenang.
2. Manusia adalah mahluk yang mempunyai
akal budi yang berarti kitabisa belajar, dapat menyusun rencana dan menentukan
tujuan. Bila tidak seluruh tujuan dapat tercapai, setidaknya sebagian dari
tujuan dapat terselesaikan.
3. Bersikap tenang, rileks, sambil
berpikir menyusun strategi. Di saat sulit, jangan mengambil tindakan untuk
sesuatu yang tidak bisa diubah, keputusan yang diambil terburu-buru dan
tindakan cepat tanpa berpikir panjang akan
memperburuk masalah.
4. Belajar bereaksi secara positif,
karena pemikiran positif menghasilkan sesuatu yang positif pula. Pikiran
negatif akan selalu membawa hasil negatif.
5. Kita tidak dapat mencegah terjadinya
perubahan, jadi bila suatu saat kitakehilangan sesuatu yang kita miliki, kita
harus tetap bersyukur dan optimis karena keadaan pada hari esok pasti tidak
akan sama denganhari ini.
6. Mulai dengan tindakan kecil tetapi
pemikiran besar. Hal-hal kecil yangdikerjakan dengan baik jauh lebih bermanfaat
dibanding cita-cita besaryang hanya impian. Jangan mencoba mencapai tujuan
besar hanyadalam waktu semalam.Ambil langkah-langkah kecil dan maju sambilterus
memperhatikan tujuan akhir yang ingin dicapai agar kita tidak kehilangan
arah.
7. Percaya bahwa hidup dan dunia ini
penuh kemungkinan. Kita bisamemperbaiki masa depan bila kita menentukan tujuan
dengan dengan jelas. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan
tersebut,dan bekerjalah lebih keras dibanding sebelumnya.
8. Relaksasi dapat anda lakukan dengan
membuat pikiran kita merasa nyaman dan tenang. Terima semua perasaan sedih,
kecewa, atau marah yang anda rasakan dan pasrahkan segala penyelesaiannya pada
Tuhan. Ucapkan pada diri anda ? Saya ikhlas, saya pasrah? berulang kali. Tentu
saja perlu diiringi dengan banyak berdzikir dan berdoa akan semakin membuat
anda lebih relaks. Tips ini merupakan cara ampuh mengatasi stress, frustasi dan konflik diri yang dapat dilakukan
oleh semua orang.
9. Berpikir positif sangat perlu sekali
dilakukan dan obat manjur untuk mengatasi
stress, frustasi dan konflik diri. Ambil sisi positif dari setiap apapun
yang terjadi dan anda alami. Yakini bahwa setiap peristiwa sekecil apapun yang
terjadi pada diri anda adalah atas kehendak Tuhan dan yang terbaik diberikan
oleh Tuhan untuk kita. Semakin banyak kita ambil sisi positifnya stres pun akan
semakin cepat hilang dari hidup kita.
10. Tertawa/Ceria adalah hal yang sangat
mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Sepele tapi manfaatnya sangat besar
untuk mengatasi stress, frustasi
dan konflik diri yang anda alami. Tapi perlu diingat tertawa disini bukan
berarti menganjurkan untuk ketawa ketiwi sendiri, melainkan dengan cara
menghibur diri dengan tertawa melalui hiburan-hiburan yang anda sukai.
11. Menceritakan masalah kepada
orang-orang yang dekat dengan kita baik itu sahabat, saudara, orang tua, guru,
maupun pasangan kita sangatlah mujarab untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik diri. Menyimpan masalah
bukanlah solusi yang baik, jadi lebih baik kita buang saja ?sampah? masalah
yang akan memberatkan ransel kehidupan kita.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
deskripsi diatas dapat kami simpulkan bahwa ada beberapa langkah yang dapat
ditempuh para mukmin dalam meningkatkan komitmen beragama : Gali dan kokohkan
IMPIAN dalam beragama, Mantapkan dan kuatkan keyakinan, Kembangkan sikap
positif terhadap islam, Tingkatkan pengetahuan tentang Islam, Bangun jaringan
dan komunitas masyarakat mukmin shadiqin, Gali dan kembangkan energi
sosial melalui gesekan positif antar mukmin, Berdoalah pada Allah Swt untuk
senantiasa memperoleh hidayah Nya, memiliki kekuatan dalam menjalankan amanat
Nya.
Untuk itu
agar didalam hidup bermasyarakat kita dapat membawa dan menempatkan diri serta
dapat menyesuaikan diri dengan baik, kita perlu memahami diri kita sendiri
sebelum kita dipahami dan memahami orang lain
Dalam
usaha menemukan jati diri yakni mengetahui mengenai kebutuhan-kebutuhan pribadi
serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan minat dan
bakat remaja menjadi isue yang penting. Dalam mengembangkan kompetensinya
remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun
sekolah.
Beberapa tips
mengatasi stress, frustasi dan
konflik diri diantaranya yaitu : Sikap optimis, Bersikap tenang, Belajar
bereaksi secara positif, Mulai dengan tindakan kecil tetapi pemikiran besar, Percaya
bahwa hidup dan dunia ini penuh kemungkinan, Relaksasi, Tertawa/Ceria,
Menceritakan masalah.
DAFTAR
PUSTAKA
Detil info baca disini: http://berbinarbinar.com/tips-kesehatan/cara-ampuh-menghilangkan-stres,FRUSTASI
dan KONFLIK diri.html
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling
Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Yusuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. 2008.
Bimbingan dan Konseling pribadi dan sosial. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar