Rabu, 03 Juli 2013

aaa



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integrasl dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.  Tujuan Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli dirumuskan sebagai berikut:
1)      Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME
2)      Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain
3)      Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif
4)      Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara obektif
5)      Memiliki sikap positif
6)      Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
7)      Bersikap respek terhadap orang lain
8)      Memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen
9)      Memiliki kemampuan berinteraksi social
10)  Memiliki kemampuan menyelesaikan konfli
11)  Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara efektif
Bimbingan dan Konseling secara umum (dalam pola 17) memecah bidang layanan bimbingan dan konseling Pribadi dengan Bimbingan dan Konseling Sosial. Dalam perspektif Bimbingan dan Konseling, masalah sosial dibedakan dengan masalah pribadi melalui pemisahan layanan ini. Akan tetapi dalam perspektif psikologi masalah pribadi dan masalah sosial pada dasarnya sama, tidak terpisahkan dan sulit dibedakan. Sebagai mahasiswa calon konselor kita harus lebih memahami perbedaan diantara keduanya di dalam layanan Bimbingan dan Konseling serta membedakannya dari sekedar menyangkut permasalahan-permasalahan berkenaan pribadi dan sosial (pemahaman sempit). Apabila ditinjau dari sudut padang masalahnya, seperti halnya akan dibahas dibawah ini.
B.     Rumusan Masalah
a.       Bagaimanakah Pengembangan Komitmen Hidup Beragama
b.      Sepertiapakah Pengembangan Sifat dan Kemampuan Diri
c.       Bagaimanakah Pengembangan Minat dan Bakat
d.      Bagaimanakah Kemampuan Mengatasi Masalah-Masalah Pribadi

C.    Tujuan Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan materi tentang pengembangan komitmen hidup beragama, sifat dan kemampuan diri, pengembangan minat dan bakat serta kemampuan mengatasi masalah-masalah pribadi.


BAB II
PEMBAHASAN
PENGEMBANGAN BK PRIBADI

A.    Pengembangan Komitmen Hidup Beragama
Pada dasarnya setiap anak manusia yang dilahirkan sudah memiliki potensi untuk beragama, seperti telah dikemukakan pada awal pembahasan. Namun bentuk kayakinan yang dianut anak sepenuhnya tergantung dari bimbingan, pemeliharaan dan pengaruh kedua orang tua dalam lingkungan keluarga. Kita tidak dapat mengatakan seorang anak yang baru lahir bermoral atau tidak. Karena moral itu tumbuh dan berkembang dari pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh anak sejak lahir. Pertumbuhan baru dapat dikatakan mencapai kematangannya pada usia remaja, ketika kecerdasannya tumbuh. Dalam pembinaan moral, agama memiliki peranan penting, karena nilai-nilai moral yang datang dari agama, tetap tidak berubah-ubah oleh waktu dan tempat. Menurut beberapa para ahli anak dilahirkan bukanlah sebagai makhluk yang religius. Anak yang baru dilahirkan lebih mirip binatang dan malahan mereka mengatakan anak seekor kera lebih bersifat kemanusiaan dari pada bayi manusia itu sendiri. Selain itu ada pula yang berpendapat sebaliknya bahwa anak sejak dilahirkan telah membawa fitrah kegamaan. Fitrah itu baru berfungsi dikemudian hari melalui proses bimbingan dan latihan setelah berada pada tahap kematangan.
Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh para mukmin dalam meningkatkan komitmen beragama :
1.      Gali dan kokohkan IMPIAN dalam beragama. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Mukmin dalam hidup beragama, harus menjadi kesadaran yan mendalam sebagai sesuatu yang benar-benar harus dicapai dalam perjalanan hidupnya. Impiaan beragama yang paling tinggi dan mulya adalah mencapai Ridla Nya “ILAHY ANTA MAQSUDY WA RIDLAKA MATHLUBY”. Impian merupakan sumber kekuatan yang dapat mengarahkan gerak hidup seseorang untuk focus dan konsisten dalam menjalankan aktifitasnya guna meraih yang diimpikan. 
2.      Mantapkan dan kuatkan keyakinan, bahwa Islam yang dianut dalam beragama merupakan Agama – konsep Ilhiyah – yang menjadi satu-satunya instrumen dalam meraih impian. Keyakinan seorang beragama terhadap agamanya, bahwa impian dalam hidupnya akan diraih melalui pengamalan ajaran agamanya, akan menjadi kekuatan daya dorong yang amat dahsyat dalam membangkitkan semangat untuk menjalankan ajaran agama.   
3.      Kembangkan sikap positif terhadap islam. Sikap positif terhadap Islam, mendidik para mukmin untuk senantiasa bersedia menerima terhadap segala ketentuan ajaran-ajarannya, bahkan dengan sikap positif itu seoran mukmin akan mengembangkan ajaran islam dalam kehidupan yang lebih luas. Sikap positif  akan menggerakkan para mukmin untuk lebih memahami Islam secara mendalam.
4.      Tingkatkan pengetahuan tentang Islam, sehingga dalam pengamalan ajaran Islam benar-benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah Swt.
5.      Bangun jaringan dan komunitas masyarakat mukmin shadiqin. Lingkungan yang kondusif tidak ditunggu melainkan diciptakan melalui gerakan bersama para mukmin.
6.      Gali dan kembangkan energi sosial melalui gesekan positif antar mukmin dalam melakukan kontak kemanusiaan yan diwujudkan dalam bentuk saling memberi nasehat, saling tolong menolong dalam kebaikan dan amar makruf nahi munkar.
7.      Berdoalah pada Allah Swt untuk senantiasa memperoleh hidayah Nya, memiliki kekuatan dalam menjalankan amanat Nya.   
B.     Pengembangan Sifat  dan Kemampuan Diri
Manusia atau sering juga disebut individu mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan ciptaan Tuhan yang lain, hal yang  kita semua tahu adalah akal budi yang kita miliki, sebagai makhluk pribadi yang mempunyai akal budi yang tinggi serta keunikan atau kekhasan yang kita miliki, sebetulnya kita juga sangat tergantung pada manusia atau individu yang lain, karena kita tahu sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial.
Untuk itu agar didalam hidup bermasyarakat kita dapat membawa dan menempatkan diri serta dapat menyesuaikan diri dengan baik, kita perlu memahami diri kita sendiri sebelum kita dipahami dan memahami orang lain. Ada beberapa hal yang harus kita pahami atau ketahui dalam diri kita, antara lain :
1.      Sifat-sifat diri, karakter, watak atau kepribadian
2.      Bakat/ potensi/ kemampuan diri baik umum maupun khusus
3.      Minat/ inters terhadap cita-cita masa depan
4.      Sikap terhadap karir
Selain itu masih banyak hal lain yang bisa memberikan gambaran siapa sebetulnya diri kita ini, misalnya :
1.      Apa kelebihan dan kemewahan yang kita miliki
2.      Apa yang kita senangi dan tidak disenangi
3.      Apa yang menjadi kebutuhan pokok kita
4.      Bagaimana harapan-harapan dimasa depan
5.      Apa yang paling penting dalam hidup
6.      Cara hidup apa atau macam hidup yang bagaimana yang kita inginkan.

C.    Pengembangan Minat dan Bakat
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Masa ini berlangsung dari usia sekitar 12/ 13 tahun sampai 18-20 tahun yaitu usia sekolah menengah. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Remaja sedang mencari ”siapakah saya, apa peran saya?” Dalam usaha menemukan jati diri yakni mengetahui mengenai kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan minat dan bakat remaja menjadi isue yang penting. Dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.
Setiap anak memiliki kelebihan dan talenta yang sebagian sudah bisa tampak atau ditenggarai pada usia dini. Namun tidak jarang pula masih ada kemampuan dan bakat lain yang baru muncul di usia remaja atau bahkan pada periode perkembangan lebih lanjut. Usia remaja merupakan periode perkembangan dengan keinginan tahu yang tinggi, khususnya untuk berbagai area yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Hal-hal apa dan dengan siapa remaja bergaul, aktivitas yang ada dalam lingkup kesibukannya sehari-hari bisa menjadi awal untuk menelusuri dan mengembangkan berbagai minat yang mungkin pada usia lebih muda belum nampak atau belum menjadi fokus perhatiannya. Rasa ingin tahu remaja seringkali diikuti dengan kebutuhan untuk mencoba atau melakukannya. Oleh karenanya dengan bimbingan yang terarah, masa remaja bisa menjadi masa yang menguntungkan untuk anak mengembangkan bakat dan kemampuan tertentu.
Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua, guru dan lingkungan dekat anak untuk mengembangkan minat dan bakat adalah :
1.      Sejak usia dini cermati berbagai kelebihan, keterampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
2.      Bantu anak meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya
3.      Kembangkan konsep diri positif pada anak.
4.      Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan serta pengalaman di berbagai bidang.
5.      Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang keunggulannya serta bidang-bidang lain yang berkaitan.
6.      Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
7.      Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
8.      Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak
9.      Sediakan dan fasilitasi sarana bagi pengembangan bakat.
10.  Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
11.  Jalin hubungan baik serta akrab antara orang tua / guru dengan anak & remaja.
Dengan mengembangkan minat dan bakat serta memberikan bimbingan karir sejak dini, remaja akan semakin menyadari mengenai apa yang ia suka dan mampu lakukan, dan akan menjadi lebih jelas pendidikan atau pekerjaan apa yang mungkin akan ditekuninya disertai dengan pemahaman tentang kekuatan dan kelemahannya, sehingga ia bisa menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan diri untuk menggapai impiannya.
D.    Kemampuan Mengatasi Masalah-Masalah Pribadi
Dalam keadaan hidup berhari-hari,kita mungkin atau bahkan sering mendapati suasana yang membosankan dan menjemukan. Pada mulanya,kita pasti menganggap itu hanya perasaan yang sepintas saja,tahukah kamu jika frustasi dapat mengakibatkan hal yang FATAL? Simak penjelasan berikut : Akhir-akhir ini hampir setiap orang mengeluhkan keadaan ekonomi seperti, pasaran sepi, usaha macet, sulit mencari pekerjaan, dan bila kita masih bersabar mendengarnya, akan lebih banyak lagi yang akan kita dengar. Tetapi ada sesuatu yang harus kita lakukan agar terhindar dari frustasi bila kita berada ditengah situasi ini. Ada  cara yang dapat dilakukan agar kita tidak selalu melihat sesuatu pada satu sisi saja. Berikut beberapa tips mengatasi stress, frustasi dan konflik diri :
1.      Sikap optimis merupakan pilihan, bukan bawaan dari lahir. Katakan pada diri sendiri bahwa kita mempunyai kebebasan untuk memandang setiap situasi negatif dan mengambil sikap negatif atau positif. Bila kita katakan pada diri sendiri. Jangan Cemas! Maka hati kita akan lebih tenang.
2.      Manusia adalah mahluk yang mempunyai akal budi yang berarti kitabisa belajar, dapat menyusun rencana dan menentukan tujuan. Bila tidak seluruh tujuan dapat tercapai, setidaknya sebagian dari tujuan dapat terselesaikan.
3.      Bersikap tenang, rileks, sambil berpikir menyusun strategi. Di saat sulit, jangan mengambil tindakan untuk sesuatu yang tidak bisa diubah, keputusan yang diambil terburu-buru dan tindakan cepat tanpa berpikir panjang akan memperburuk masalah.
4.      Belajar bereaksi secara positif, karena pemikiran positif menghasilkan sesuatu yang positif pula. Pikiran negatif akan selalu membawa hasil negatif.
5.      Kita tidak dapat mencegah terjadinya perubahan, jadi bila suatu saat kitakehilangan sesuatu yang kita miliki, kita harus tetap bersyukur dan optimis karena keadaan pada hari esok pasti tidak akan sama denganhari ini.
6.      Mulai dengan tindakan kecil tetapi pemikiran besar. Hal-hal kecil yangdikerjakan dengan baik jauh lebih bermanfaat dibanding cita-cita besaryang hanya impian. Jangan mencoba mencapai tujuan besar hanyadalam waktu semalam.Ambil langkah-langkah kecil dan maju sambilterus memperhatikan tujuan akhir yang ingin dicapai agar kita tidak kehilangan arah.
7.      Percaya bahwa hidup dan dunia ini penuh kemungkinan. Kita bisamemperbaiki masa depan bila kita menentukan tujuan dengan dengan jelas. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan tersebut,dan bekerjalah lebih keras dibanding sebelumnya.
8.      Relaksasi dapat anda lakukan dengan membuat pikiran kita merasa nyaman dan tenang. Terima semua perasaan sedih, kecewa, atau marah yang anda rasakan dan pasrahkan segala penyelesaiannya pada Tuhan. Ucapkan pada diri anda ? Saya ikhlas, saya pasrah? berulang kali. Tentu saja perlu diiringi dengan banyak berdzikir dan berdoa akan semakin membuat anda lebih relaks. Tips ini merupakan cara ampuh mengatasi stress, frustasi dan konflik diri yang dapat dilakukan oleh semua orang.
9.      Berpikir positif sangat perlu sekali dilakukan dan obat manjur untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik diri. Ambil sisi positif dari setiap apapun yang terjadi dan anda alami. Yakini bahwa setiap peristiwa sekecil apapun yang terjadi pada diri anda adalah atas kehendak Tuhan dan yang terbaik diberikan oleh Tuhan untuk kita. Semakin banyak kita ambil sisi positifnya stres pun akan semakin cepat hilang dari hidup kita.
10.  Tertawa/Ceria adalah hal yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Sepele tapi manfaatnya sangat besar untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik diri yang anda alami. Tapi perlu diingat tertawa disini bukan berarti menganjurkan untuk ketawa ketiwi sendiri, melainkan dengan cara menghibur diri dengan tertawa melalui hiburan-hiburan yang anda sukai.
11.  Menceritakan masalah kepada orang-orang yang dekat dengan kita baik itu sahabat, saudara, orang tua, guru, maupun pasangan kita sangatlah mujarab untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik diri. Menyimpan masalah bukanlah solusi yang baik, jadi lebih baik kita buang saja ?sampah? masalah yang akan memberatkan ransel kehidupan kita.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan deskripsi diatas dapat kami simpulkan bahwa ada beberapa langkah yang dapat ditempuh para mukmin dalam meningkatkan komitmen beragama : Gali dan kokohkan IMPIAN dalam beragama, Mantapkan dan kuatkan keyakinan, Kembangkan sikap positif terhadap islam, Tingkatkan pengetahuan tentang Islam, Bangun jaringan dan komunitas masyarakat mukmin shadiqin, Gali dan kembangkan energi sosial melalui gesekan positif antar mukmin, Berdoalah pada Allah Swt untuk senantiasa memperoleh hidayah Nya, memiliki kekuatan dalam menjalankan amanat Nya.

Untuk itu agar didalam hidup bermasyarakat kita dapat membawa dan menempatkan diri serta dapat menyesuaikan diri dengan baik, kita perlu memahami diri kita sendiri sebelum kita dipahami dan memahami orang lain

Dalam usaha menemukan jati diri yakni mengetahui mengenai kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan minat dan bakat remaja menjadi isue yang penting. Dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.

Beberapa tips mengatasi stress, frustasi dan konflik diri diantaranya yaitu : Sikap optimis, Bersikap tenang, Belajar bereaksi secara positif, Mulai dengan tindakan kecil tetapi pemikiran besar, Percaya bahwa hidup dan dunia ini penuh kemungkinan, Relaksasi, Tertawa/Ceria, Menceritakan masalah.



DAFTAR PUSTAKA
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Yusuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. 2008. Bimbingan dan Konseling pribadi dan sosial. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar